Showing posts with label Ah-Ha. Show all posts
Showing posts with label Ah-Ha. Show all posts

Friday, May 6, 2011

8 Penyakit Yang Boleh Sembuh Dengan Berjalan Kaki

Got this from: From Life without regrets by nikalinnis.blogspot.com

Sharing is Caring



Jika anda selama ini malas untuk berjalan, fikirkanlah kembali. Menurut satu kajian, berjalan boleh mengurangkan 8 jenis penyakit. Malah boleh menyembuhkan penyakit tanpa harus mengeluarkan wang. Mulai sekarang rajin-rajinlah berjalan dan rasakan manfaatnya.

Berikut 8 jenis penyakit yang boleh disembuhkan dengan berjalan yang bertumpu pada kaki
tersebut.

1. Serangan Jantung :

Berjalan boleh mengurangkan risiko serangan jantung. Otot jantung memerlukan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner) agar segar dan berfungsi normal mengepam darah tanpa henti. Berjalan dengan cepat boleh mengalirkan darah ke dalam jantung.

Dengan sering berjalan, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spans penyerap kolesterol (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh.

Tidak banyak cara di luar dapat mengubat seperti ini. Berjalan dengan cepat boleh menurunkan risiko serangan jantung.

2. Stroke :

Satu kajian dilakukan kepada 70 ribu pesakit di Harvard School of Public Health yang bekerja sambil berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, hasilnya risiko diserang stroke menurun hingga dua pertiga.

3. Membakar Lemak :

Rutin berjalan kaki akan meningkatkan metabolisme tubuh. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktiviti berjalan kaki, kelebihan kalori yang tersimpan di dalam tubuh akan ikut terbakar, kemudian kenaikan berat badan tidak terjadi.

4. Melangsingkan Badan :

Jika anda kelebihan berat badan, mulailah untuk rutin berjalan Pergerakan kaki hingga seluruh tubuh mampu menurunkan berat badan dan lemak yang ada terutama di perut anda akan terkikis. Lakukan berjalan kaki secara rutin selama satu jam.

5. Kanser :

Gejala kanser akan lenyap dengan sendirinya jika kita rajin jalan kaki. Kanser yang dimaksudkan adalah jenis kanser usus besar (colorectal carcinoma).

Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih lancar. Kanser usus dicetuskan oleh najis tertahan lama dalam saluran pencernaan. Sementara dalam satu kajian lain, berjalan boleh menurunkan risiko terkena kanser payudara.

6. Mencegah Osteoporosis :

Sering berjalan bukan hanya otot-otot badan menjadi sihat, rangka atau tulang di dalam tubuh anda juga akan menjadi sihat dan kuat.

Osteoporosis tidak cukup hanya dengan rutin mengambil vitamin D dan kalsium yang banyak, tubuh juga memerlukan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 minit di bawah sinar matahari pagi dan anda akan terhindar dari osteoporosis.

7. Mencegah Kencing Manis :

Dengan rutin berjalan kira-kira 6 km per jam, dalam tempuh sekitar 50 minit, mampu mencegah berkembangnya diabetes tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).

Selagi gula darah boleh dikawal hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), ubat tidak diperlukan. Anda hanya memerlukan berjalan secara rutin untuk terus menjaga kesihatan badan dan terhindar dari diabetes.

8. Depresi :

Berjalan kaki dengan cepat boleh menggantikan ubat anti depresan yang biasanya diminum secara rutin oleh pesakit depresi. Mulai sekarang, rajinlah berjalan kaki akan menyembuhkan pesakit yang tengah depresi.

"God knows better"

Monday, July 6, 2009

Tangan Yang Indah.....

(Kepada sesiapa yg masih ada ibu... )

Sekadar gambar hiasan...

Ketika ibu saya berkunjung, ibu mengajak saya utk shopping bersamanya kerana dia menginginkan sepasang kurung yg baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi membeli belah bersama dgn orang lain, dan saya bukanlah orang yg sabar, tetapi walaupun demikian kami pergi juga ke pusat membeli belah tersebut. Kami mengunjungi setiap butik yg menyediakan pakaian wanita, dan ibu saya mencuba sehelai demi sehelai pakaian dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yg berlalu, saya mulai penat dan kelihatan jelas riak2 kecewa di wajah ibu.

Akhirnya pada butik terakhir yg kami kunjungi, ibu saya mencuba satu baju kurung yg cantik. Dan kerana ketidaksabaran saya, maka utk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dlm fitting room, saya melihat bagaimana ibu mencuba pakaian tersebut, dan dgn susah mencuba utk mengenakannya. Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yg dlm kepadanya. Saya berbalik pergi dan cuba menyembunyikan air mata yg keluar tanpa saya sedari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke fitting room utk membantu ibu mengenakan pakaiannya.

Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya. Shopping kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat dilupakan dari ingatan.

Sepanjang sisa hari itu, fikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dlm fitting room tersebut dan terbayg tangan ibu saya yg sedang berusaha mengenakan pakaiannya. Kedua tangan yg penuh dgn kasih, yg pernah menyuapi, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa utk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dgn cara yg paling berbekas dlm hati saya.

Kemudian pada malam harinya saya pergi ke kamar ibu saya mengambil tangannya, lantas menciumnya ... dan yg membuatnya terkejut, saya memberitahunya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yg paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dgn sejelasnya, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yg penuh pengorbanan dari seorang ibu.

Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri. Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yg begitu agung, tetapi tak satu pun yg dapat menandingi keindahan tangan Ibu...

"JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI SENTIASA MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA".

Berbahagialah kepada sesiapa yg masih memiliki Ibu.
Dan lakukanlah yg terbaik utknya..........

--- Forwarded by Nurull Firdaus Bt Hassim/CUSTODY/Maybank on 06/05/2009 02:29 PM ---

Thursday, September 18, 2008

If U can Love your Parents

If U can Love your Parents

Daughter-In-Law: "When I cooked food which are blend, you always grumble that they are tasteless. Now that I have cooked saltier, you complained that you can't swallow at all! What exactly do you want?"

When the son came back, the mother immediately eat the food without a word. She stared at him. The son took a taste on his mother's food and spitted out immediately. He ranted at his wife, "Didn't I told you that my mother cannot take too salty food?!"

The wife shouted, "OK! She's your mum and you cook for her in future!" After saying that, she stormed into their room angrily.

Feeling helpless, the son told the mother, "Mum, don't eat this anymore. I will cook you a bowl of noodles."

The mother said, "Son, you have something to tell me? Don't keep everything  to yourself."

Son: "Mum, I am going to get promoted soon and my upcoming working schedule will be very, very tight and as for my wife..... ummm .... she said she will be going back to work soon."

The mother understood what he meant and said in a begging manner, "Son, please don't send me to the Old Folks' Home ....."

The son remained silent and tried to think of a good reason to persuade his mother. Then he said, "There is nothing wrong with the Old Folks' Home. Once my wife had gone to work, no one will serve you as the Home will provide your meals and care for you. It would definitely much better than being at home here."

The son went for a bath after that and went into the Study Room. He looked out from the windows and thought back and hesitated a while ..... His mother has remained as a widow since she was young, brought him up painstakingly and solely. She tried all means to earn as much as she could, in order to support him to study overseas. Yet she expects nothing nor used her past painful experience to threaten his son to be
filial. While now, his wife is threatening him with the stake of their marriage.

"Should I send my Mum to the Home?" He asked himself.

"The only person who will accompany you till the end of your life is your wife !!" said a friend.

"Your mother is in her old age now and if she's lucky, she might be able to live for a few more years only. Why not be filial to her for this period of time?" said by some relatives.

He was stuck in a dilemma. He did not want to think anymore in order not to affect his decision. Finally, the son found a Old Folks' Home with high standards, built on a beautiful and transquil mountain top. He told himself that he would feel much better when the more he spent.

When the son helped his mother into the lobby of the Home, the 42" TV was turned on. The programme shown on screen was a comedy but no one was laughing. A few old folks, dressed similarly in clothing, were sitting there, all in a daze. There was one who was sitting improperly on a sofa, there was one who was bending down to pick up a piece of biscuit from the floor, there  was one who was talking to himself ......

The son knew that his mother likes sunlight, so he chose a room with ample sun rays shining into the room. By viewing out from the room, there was a big piece of greenery scene. Few nurses were wheeling some old folks out for some fresh air. It was so pathetic of silence in the background. The sun would still need to set down. Soon it was dusk. The son told the mother, "Mum, I am leaving now."

The mother waved to him to say goodbye, opening her toothless mouth .... He turned back to look at his mother. She was full of grey hair and wrinkled skin with deep set eyes. He found that she was really old. He remembered when he was six and due to some circumstances, his mother cannot bring him along with her, thus temporarily placed him at a  relative's home for few days. He recalled hugging his mother's thigh and begged her not to leave him alone. In the end, his mother never leave him alone and decide to stay with him. 

He stopped thinking and left.

When he returned home, his wife and his mother-in-law were busy discarding things from his mother's room happily.

One of the discarded item was his tall trophy which he won as First Prize when he was young. He wrote an essay on "MY MOTHER". The second item discarded was an old dictionary. That was the first gift from his mother, who scrimped and saved for a month in order to buy for him.

He shouted, "Enough! Stop discarding anymore!"

His mother-in-law cried, "There were so much rubbish. If don't discard, there would not be any place for my stuff...."

His wife continued, "Yeah! need to dump away that old, stinky bed of your mum too. We will buy a new bed for my mum later."

He saw some pictures from the stack .... they were taken at a zoo and amusement park when his mother brought him there during younger days.

"These are precious belongings of my Mum! You can't discard them!"

"What sort of attitude is this? I demand you to apologise to my Mum NOW!" ranted the wife.

The husband said, "When I got married with you, that showed that I will love your Mum too. But why can't you do the same too?"

He went back to the Home and saw his mother weeping in between her frail legs. She was missing the moments when her son would apply ointment for her every night .... The son kneeled before her and said, "Mum, here I come. I brought the ointment."

The mother said, "I will apply it myself, Son you need to work tomorrow. Go home, Son!"

Son said, "Mum, please forgive me! Let's go home together!"
===

Hope this is inspirational and touching to you. Without our parents, we won't be here. No parents will resort to harm their own children. They only want the benefits for them.

For Daughters & Sons: Please remember to return gratitude to your dads and mums.
For Daughter-In-Laws & Sons-In-Laws: Please love your in-laws as you did to your parents coz without them, you will not find your partners, they are parents too!!

---Nurul Akmar Abd Mutalib @ 18-09-2008 01:01 PM---

Thursday, August 7, 2008

Pernikahan atau Perkahwinan...


Buat para/bakal suami dan para/bakal isteri, renung2kanlah.....

Pernikahan atau perkahwinan menyingkap tabir rahsia?

Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah, tidaklah setaqwa Aisyah, pun tidaklah setabah Fatimah. Justeru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita- cita menjadi solehah....

Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban bersama.

Isteri menjadi tanah kamu langit penaungnya.
Isteri ladang tanaman kamu pemagarnya.
Isteri kiasan ternakan kamu gembalanya.
Isteri adalah murid kamu mursyidnya.
Isteri bagaikan anak kecil kamu tempat bermanjanya.

Saat isteri menjadi madu kamu teguklah sepuasnya.
Seketika isteri menjadi racun kamulah penawar bisanya.
Seandainya isteri tulang yang bengkok berhatilah meluruskannya.

Pernikahan atau perkahwinan menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa.

Untuk belajar meniti sabar dan redha Allah s.w.t. kerana memiliki isteri yang tak sehebat mana.

Justeru kamu akan tersentak dari alpa.

Kamu bukanlah Rasulullah s.a.w.
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah.
Cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi soleh... amin..!


Untuk isteri.... renungkanlah. ....

Pernikahan atau perkahwinan membuka tabir rahsia?

Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad saw. Tidaklah setaqwa Ibrahim. Pun tidak setabah Ayyub. Atau pun segagah Musa ... apalagi setampan Yusuf.

Justeru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita-cita membangunkan keturunan yang soleh..

Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban bersama.

Suami menjadi pelindung kamu penghuninya.
Suami adalah nahkoda kapal kamu pengemudinya.
Suami bagaikan pelakon yang nakal kamu adalah penonton kenakalannya.
Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgahsananya.

Seketika suami menjadi bisa kamulah penawar ubatnya.
Seandainya suami bengis lagi lancang sabarlah memperingatkannya.

Pernikahan ataupun perkahwinan mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa. Untuk belajar meniti sabar dan redha Allah s.w.t. kerana memiliki suami yang tak segagah mana.

Justeru kamu akan tersentak dari alpa.

Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna dalam menjaga.
Pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara .
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi solehah... amin!


Justeru itu wahai para suami dan isteri,

Jangan menuntut terlalu tinggi seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya. Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah andai diri tidak semulia Rasulullah? Mengapa mengharapkan suami setampan Yusof seandainya kasih tak setulus Zulaikha? Tidak perlu mencari isteri secantik Balqis andai diri tidak sehebat Sulaiman DAN Tidak perlu
mencari suami seteguh Ibrahim andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah.

---------
Sumbangan: JUNHAIRI BIN ABD JALIL ; penawarku@yahoogroups.com

Manggis & Islam


Hari Ahad. Haji Seman didatangi tamu. Bukan siapa. Hanya si Ah Seng; Anak Ah Kuan, towkay kedai runcit dikampung itu. Memang dihari Ahad begini Ah Seng akan berkeliling dengan Hondanya sambil menjaja buah-buahan musiman. Sekarang memang musim durian dan manggis. Maka itulah yang dijajanya hari ini.

Ah Seng memang rajin. Walaupun dia sudah mempunyai pekerjaan tetap di sebuah kilang elektronik, dia masih mahu menjaja keliling kampung- kampung. Cari kelebihan dan pengalaman katanya. Tak ubah saperti bapanya waktu muda-muda dulu. Memang bapanya dulu berjaja sebelum mendapat restu dari orang kampung untuk membuka kedai runcit di situ.

Sejak kebelakangan ini, Ah Seng sering pula bertanya tentang Islam. Dan Haji Seman merupakan di antara orang-orang kampung tempat dia bertanya.

"Dah lama sangat aku tengok kamu asik bertanya pasal Islam ni, Seng," kata Haji Seman setelah puas memberi jawaban kapada beberapa soalan tentang Islam yang disugguhkan oleh Ah Seng.

"Aku nak tanya lak. Kamu bertanya ni sebab kamu dah terpikat ngan minah Melayu ke? Atau kamu nak masuk Islam? Atau kamu cuma nak tau jer?"

Ah Seng tersengeh mendengar soalan-soalan Haji Seman.

"Eh... Takde le, Pak Man. Saya belum nak kawin lagi," katanya menjawab sekali gus
membantah. Melayunya tidak ada cacat langsung. Maklumlah lahir dan besar di kalangan orang Melayu.

"Nak kata nak masuk Islam tu memang pernah terlintas, Pak Man," katanya lagi. Haji Seman kelihatan ghairah mendengar kata anak towkay cina ini.

Tapi...

"Tapi apa, Ah Seng," dia bertanya. Haji Seman ingin tahu sangat apa yang membuat
orang asing teragak-agak menerima Islam.

"Pak Man tak marah kalau saya terus terang?" Ah Seng meminta jaminan dari Haji Seman. Dia tahu ini soal sensitif.

"Cakap le. Aku tak marah," kata Haji Seman memberi jaminan.

"Sebenarnya, Pak Man," Ah Seng memulakan.

"Saya bukan jer bertanya tentang Islam. Saya ada gak bertanya tentang Kristian kat kawan-kawan tempat kerja saya tu. Ugama Buddha pun ada saya tanyakan gak. Tak tau le kenapa sejak kebelakangan ni saya rasa kurang puas dengan ugama yang diamalkan keluarga saya."

"Oh... Camtu rupanya. Lalu apa yang kamu dapat dalam perbandingan ugama ni," tanya Haji Seman.

"Di mana kamu letakkan ugama Islam?"

"Ntah le, Pak Man. Saya rasa Islam tu terkongkong sangat. Banyak larangannya. Saya takut saya tak kuat."

"Ah Seng... Ah Seng," Haji Seman mengeluh. Itu rupanya yang mereka takutkan.

"Begini, Seng," sambung haji Seman sambil tangannya mencapai manggis dari keranjang.

"Kamu tengok manggis ni. Ini le buah manggis. Tidak ada lain buah yang dipanggil manggis kecuali ini. Kulit dia ungu. Tebal. Senang jer nak kenal buah manggis ni. Tapi kalo kamu tengok. Kamu tenung lama- lama. Ada jer yang kamu nak komen. Misalnya kulit dia tebal le. Warnanya tak konsisten le. Sebelah sini ungu. Sebelah sini hijau kekuningan lak. Macam-macam le kamu leh komen kalo kamu nak."

Haji Seman lalu mengupas kulit manggis itu. Diteruskan penjelasannya.

"Tapi bila kamu kupas kulit dia. Kamu tengok. Putih isi dia. Kamu ambil seulas dan rasa," Haji Seman melakukan apa yang dikatanya.

"Mmmm... Manis. Bagus manggis ni."

"Begitu le Islam. Kamu cuma tengok dari luar. Puasa memang berat bagi orang yang
tidak pernah berpuasa. Sembahyang lima waktu pun berat gak bagi yang tak pernah sembahyang. Apa tak. Pepagi dah kena bangun solat subuh. Siang hari tengah syok-syok shopping kena berhenti lak solat zuhur. Dan seterusnya le."

"Tapi bila kamu mengetahui isi segala apa yang diperintah itu kamu akan melihat keputihan nya. Kesuciannya. Kemanisannya."

Ah Seng terdiam dengan penjelasan dari Haji Seman itu. Dia tidak pernah mendengar orang menjadikan manggis sebagai perumpamaan untuk menjelaskan tentang Islam.

Sumbangan: JUNHAIRI BIN ABD JALIL ; penawarku@yahoogroups.com